Rabu, 30 September 2015

Business Archetypes (Business Persona)

Dalam diri setiap manusia ada 3 business archetypes (business persona) yang selalu bermain dan terkadang tidak pernah sinkron dan sinergi. Dalam bukunya, E-Myth, Michael Gerber, mengatakan 3 business archetypes atau persona ini adalah:

1. Enterpreneur – Si Pencipta
enterpreneur
Adalah sebuah persona yang selalu memiliki “impian”. Archetype ini adalah kreatif, imaginative, selalu hidup di masa depan, dan memiliki angan-angan. Persona ini adalah sebuah energy dibelakang kehidupan pribadi seorang manusia, sang pencipta, katalis perubahan. Jikalau seorang Entrepreneur hampir selesai membangun sebuah rumah maka persona ini mulai merancang dan membangun rumah kedua. Grand strategist, dan pendobrak dan innovator. Contoh paling gambling adalah Ray Kroc – McDonald, Henry Ford – Ford, Toyoda – Toyota, Tom Watson – IBM, dll. Archetype ini selalu hidup di masa depan, oleh karena itu, dia membutuhkan dan mengendalikan manusia lainnya dan sumber-sumber daya di masa sekarang supaya persona ini bisa memusatkan perhatiannya pada masa depan dan impiannya. Sehingga saking jauhnya dia hidup di masa depan, terkadang manusia lain yang bekerja sama dengannya sangat tertinggal jauh dibelakang dan tidak mengerti persona ini. Masalah utama dalam kehidupan persona ini adalah sumber daya manusia yang selalu menghalangi impian-impian masa depannya.

2. Manager – Si Pengatur
manager
Adalah sebuah persona atau archetype yang selalu pragmatis. Archetype ini selalu melakukan planning, membuat segala sesuatunya teratur, tersistematis, dan terprediksi.  Business Persona ini hidup dimasa lalu. Kalau Entrepreneur selalu ingin memiliki control, maka Manager selalu ingin keteraturan. Kalau Entrepreneur selalu menginginkan perubahan maka Manager selalu ingin status quo. Kalau Entrepreneur selalu melihat peluang maka si Manager selalu melihat masalah. Manager membangun rumah dan hidup selamanya di rumah itu. Manager selalu merapikan segala sesuatunya. Setelah Entrepreneur menciptakan sesuatu maka si Manager akan selalu merapikannya. Tanpa adanya Manager maka tidak ada yang bisa merapikan dan mensistematiskan kekacauan yang diciptakan Entrepreneur. Tetapi kalau tidak ada Entrepreneur maka tidak akan ada penciptaan atau inovasi. Tidak ada Manager, maka tidak ada business dan masyarakat seperti sekarang ini.

3. Technician – Si Pelaku
Technician
Adalah pelaku atau si pekerja yang melakukan semua pekerjaan. Technician suka sekali membongkar sesuatu dan kemudian merapikannya kembali. Kalau Entrepreneur hidup di masa depan dan Manager hidup di masa lalu, maka Technician hidup di masa sekarang. Dia adalah seseorang yang selalu ingin melakukan pekerjaan dan merasakan pekerjaan tersebut. Asal segala pekerjaan bisa dia selesaikan dan dia bisa merasakan alur pekerjaannya maka dia adalah persona yang paling bahagia. Dan Technician tidak mudah percaya menyerahkan sesuatu pekerjaan kepada orang lain dan selalu ingin mengerjakan segala sesuatunya sendirian. Technicians selalu menyelesaikan pekerjaan dan seseorang yang tradisional dan tanpa Technician maka tidak akan ada pekerjaan yang selesai. Kalau Technician tidak melakukan pekerjaannya maka tidak aka nada sesuatupun yang selesai. Dia yang menyiapkan bahan baku sampai mengolahnya dan menghidangkannya untuk santap malam di rumah.