Rabu, 30 September 2015

Mari Kenali Lebih Jauh Tentang Psikosomatis dan Penanganannya

664xauto-kenali-gejala-umum-psikosomatis-kenali-gejala-umum-psikosomatis--1408225
Psikosomatis adalah Penyakit yang disebabkan oleh kondisi psikis, mental dan jiwa seseorang. Akibatnya fatal, yaitu produktifitas, kinerja, serta gaya kepemimpinan Anda pun akan terimbas, sehingga efeknya adalah Profit & Cash yang menurun

Penyebab Umum Gangguan Psikosomatis
David B. Cheek, M.D dan Leslie M. Lecron, B.A dalam bukunya Clinical Hypnotherapy mengatakan bahwa ada beberapa faktor- faktor penyebab berbagai gangguan psikosomatis, diantaranya, yaitu :
  • Conflict
Konflik internal muncul ketika ada dua bagian dalam diri seseorang yang saling bertentangan. Tujuan dari kedua bagian ini adalah sama-sama baik, namun karena bertolak belakang maka akhirnya menimbulkan masalah dalam diri seseorang.
Contohnya : Ada seorang Pengusaha yang ketika dia bekerja keras hingga larut malam dan bahkan bekerja di hari libur, ada bagian di dalam dirinya yang membuat dia tidak nyaman. Ternyata satu bagian menginginkan dia kerja keras agar dia bisa mencapai impiannya dan satu bagian lagi yang menginginkan dia menghabiskan waktu dengan keluarganya.
  • Organ Language —> 5 Body Syndromes
Ini adalah salah satu cara pikiran bawah sadar kita berbicara dengan kita. Pikiran bawah sadar kita akan memberikan rasa sakit pada tubuh bagian tertentu untuk memberitahukan bahwa ada masalah.
  • Motivation/Secondary Gain
Ini adalah symtom yang seringkali mempunyai tujuan yang tersembunyi demi keuntungan orang tersebut. Contohnya, seorang anak yang nakal ternyata dengan dia nakal orang tuanya akan memarahi dia. Marah orang tuanya tersebut diangkat perhatian oleh anak tersebut. Sehingga anaknya akan nakal untuk mendapatkan perhatian orang tuanya.
  • Past Experience
Pengalaman masa lalu yang menyakitkan, mengecewakan, memalukan sesuai dengan yang dipersepsikan oleh pikiran bawah sadarnya sangat mempunyai pengaruh yang kuat dan bertahan lama. Contohnya, seseorang
  • Identification
Seseorang yang mengidolakan orang lain, apapun yang melekat dengan idolanya tersebut biasanya juga akan ikut terserap juga walau terkadang bertentangan dengan nilai-nilai hidupnya.
  • Self Punishment
Perasaan bersalah atas apa yang telah dilakukan atau tidak dilakukan dimasa lalu sering kali termanifestasi ke dalam perilaku menghukum diri sendir yang tidak disadari.
  • Suggestion/Imprint
Ini adalah sebuah belief yang ditanamkan kedalam pikiran seseorang yang biasanya dilakukan oleh figur yang dipandang memiliki otoritas, seperti orang tua, dokter, guru dan pemuka agama.

Ketika seseorang yang memiliki Values atau Nilai-Nilai atau Prinsip dalam hidupnya tidak mampu menjalani prinsipnya atau melanggar prinsip-prinsipnya sendiri atau bahkan bisa tertekan oleh prinsip orang lain. Prinsip atau Values adalah sesuatu yang seorang manusia anggap penting.  Yang mana jikalau prinsip tersebut dilanggar oleh orang lain atau dirinya sendiri juga akan menyebabkan psikosomatis.

Berikutnya, John G. Kappas dalam melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang 5 Body Syndromes yang mengatakan bahwa setiap trauma emosi yang ada akan mengakibatkan sebuah reaksi fisik. Contoh sederhananya adalah ketika kita takut. Pada saat takut tubuh akan memberikan reaksi fisik misalnya meningkatkan detak jantung dan mempercepat tarikan nafas.
1.         The Crying Syndrome
Bagian tubuh yang terpengaruh adalah dari pusar, dada, punggung, leher dan kepala. Symtom yang sering muncul adalah sakit kepala, asma, migraine, bronchitis, sariawan, mata berair, sakit tenggorokan atau sinus. Penyebab utamanya adalah karena ketidakmampuan untuk mengambil suatu keputusan yang bisa disebabkan oleh tindakan orang lain.
2.         Responsibility Syndrome
Bagian tubuh yang terpengaruh adalah pundak dan punggung bagian atas. Ini menyebabkan pundak kaku dan dalam beberapa kasus yang berat dan kurang tertangani bisa menyebabkan cedera punggung. Hal ini dikarenakan adanya tanggung jawab yang dirasa terlalu berat ataupun ketakutan akan tanggung jawab yang dipikul atau pengabaian suatu tanggung jawab atau tak bersedia menghadapi tanggung jawab tertentu.
3.         Sexual Frustration or Guilt Syndrome
Bagian tubuh yang terpengaruh adalah lambung, groin (persendian paha) dan punggung bawah. Hal ini dikarenakan perasaan bersalah karena ketidakmampuan mengekspresikan diri akibat kakunya sistem kepercayaan/ agama yang dianut, perasaan bersalah karena ketidaksetiaan, dan perasaan kurang memadai dalam masalah seks
4.         Fight or Reaching Syndrome
Bagian tubuh yang terpengaruh lengan, tapak tangan dan jari-jari. Simptom yang muncul adalah kutil pada sekitar tangan atau jari, tangan kasar, kekakuan pada sendi-sendi tangan dan lengan, tangan yang sangat dingin ataupunsangat panas, termasuk hal-hal yang berhubungan dengan reumatik dan arthritis. Bagian tubuh yang terpengaruh lengan, tapak tangan dan jari-jari. Penyebab utama: keinginan untuk mengekspresikan diri yang dibarengi dengan pengingkaran ataupun penekanan kembali atas keinginan tersebut, perasaan tidak mampu untuk mencapai suatu keinginan karena kurangnya perasaan harga diri dan perasaan yang sangat dalam akibat penolakan sebagai akibat dari gagalnya pencapaian target yang tak terjangkau yang dibebankan pada diri kita.
5.         Flight Syndrome
Bagian tubuh yang terpengaruh adalah permasalahan pada kaki yang sering bengkak, kram, atau kaki yang terlalu dingin karena sirkulasi darah yang kurang bagus. Hal ini disebabkan karena adanya keinginan untuk melarikan diri dari suatu kondisi tertentu atau ketakutan menghadapi sesuatu.

Kerugian psikosomatis
Pada diri seorang Pengusaha terjadi dalam pembuatan keputusan. Yang ujung-ujungnya, si pengusaha sering menabrak etika bisnis atau manajemen bisnis yang seharusnya dilakukan secara aturan main bisnis, demi untuk memuaskan keinginan dari bagian diri pengusaha itu yang mencari kepuasan atau pemenuhan dalam bentuk dihargai, diakui, rasa aman, rasa kepastian, rasa diterima atau dicintai, rasa berkontribusi dan juga rasa coba-coba alias petualangan.

Contoh, dalam bisnis, memonitor dan menjaga stock ratio adalah sangat penting demi menjaga kestabilan cashflow dalam bisnis karena cashflow di dalam bisnis adalah darah bagi tubuh manusia. Tetapi karena, si pengusaha terpicu ego-nya, entah karena ingin “gambling atau mengambil peluang karena harga sedang turun” atau memang ingin memuaskan rasa aman dan kepastian supaya bisa tetap dipandang oleh supplier, maka si pengusaha mengambil atau membeli stock melebihi angka rasio terhadap angka penjualannya, dan mengakibatkan bertumpuknya stock dan sales team-nya pasti merasakan adanya tekanan yang luar biasa untuk segera menjual dan menghabiskan stock tersebut. Efek domino-nya kemana-mana.

Contoh lain misalnya ketika pengusaha tidak berani memecat atau mengeluarkan teamnya yang jelas-jelas berbuat salah karena ia merasa ingin tetap dicintai dan diterima oleh manusia lainnya dan memiliki belief bahwa tidak boleh menyakiti hati orang lain. Padahal sudah jelas team-nya terbukti melakukan kesalahan dan mengakibatkan perusahaan merugi.

Contoh lain misalnya si pengusaha tidak berani menegur alias sungkan ketika team-nya berbuat salah dan malah curhat kepada team yang lainnya sehingga menimbulkan polemik dan politik dalam perusahaan. Karena disebabkan oleh si pengusaha memiliki kekhawatiran untuk mengkonfrontasi dengan team nya sendiri yang disebabkan kebiasaan menghindar dari masalah atau Flight Syndrome.
Masih banyak contoh-contoh lainnya di bisnis.

Apa solusinya?
Silakan KLIK DISINI